Karena livetweet terlalu mainstream?

Hampir di tiap event kerjaan ataupun keriaan, selalu ada keramaian livetweet ataupun liveblogging di linimasa. Entah karena yang bikin hajatan memang pengen eksis demi KPI, atau karena memang yang dateng berinisiatif pengen eksis. Dulunya pasti pada sibuk check-in via FourSquare, sekarang sih keknya lebih kekinian check-in via Path trus biar gampang dishare juga secara otomatis ke Twitter dan Facebook. Ada sebagian yang memang mencoba menyimpulkan dan membagi apa yang sedang terjadi di sekitar, tapi kebanyakan sih cuma sekedar check-in dan beraksi dalam berbagai wujud selfie :)

IMG_5079

Kenapa jarang banget bikin live streaming ya?

  • mungkin karena ribet dan mahal bagi yang punya hajatan
  • buat yang punya hajatan aja ribet dan mahal, apalagi buat yang sekedar jadi tamu? :)

Kalau gak ribet gimana? Pengen gak?
Cuma butuh 6 langkah singkat seperti ini sih…

Oiya lupa bilang… Syaratnya cuma iniΒ :

  • Siapin mifi/tethered modem dengan paket data yang masih aktif dan sisa kuota masih mencukupi
  • Beli kamera Sony AS100V atau yang kamingsun seri AZ1
  • Pastikan sudah menggunakan firmware yang paling anyar
  • Unduh aplikasi Network Setting Tools

sony

Tinggal nyalain kameranya, aktifkan mifi/tethered modem. Pencet sekali udah langsung ON AIR! Dan tiap kali mulai streaming, akan muncul notifikasi via twitter dan facebook biar followers/teman kamu pada tau.

Stay tuned ya gaes! Bentar lagi akan ada livestreaming #piknik3030 di Lombok :)

Screen Shot 2014-10-15 at 3.04.42 AM

Iklan

Satu respons untuk β€œKarena livetweet terlalu mainstream?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s